Mengenal Blackcurrant, Buah Kecil yang Kaya Antioksidan

Anda mungkin tidak asing lagi dengan buah blackcurrant. Biasanya, buah ini bisa kita temukan di dalam kudapan pencuci mulut seperti pai. Selain itu, blackcurrant juga bisa dijadikan selai, jeli, salad, kue mangkok, jus, dan es sorbet. Selain segar, buah kecil ini juga disukai karena rasanya yang manis.

Siapa sangka, ternyata buah kecil ini mengandung antioksidan tinggi yang tersimpan di dalam buah, daun, dan bijinya. Sebuah riset berjudul Biological Activity of Blackcurrant Extracts (Ribes nigrum L.) in Relation to Erythrocyte Membranes yang diterbitkan oleh BioMed Research International pada Januari 2014 menyebutkan bahwa buah blackcurrant, atau yang dalam bahasa Latin disebut ribes nigrum, kaya akan kandungan polyphenol yang bermanfaat sebagai antioksidan, antimikroba, antivirus, dan antibakteri.

Kandungan polyphenol yang terdapat dalam buah blackcurrant dapat melindungi dan mendukung kerja sistem pencernaan, saraf, dan peredaran darah. Lebih lanjut, polyphenol juga merupakan zat anti-kankeryang dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh. Sementara itu, kandungan anthocyaninyang terdapat dalam ekstrak buah blackcurrant, khususnya turunan dari cyanidin dan delphinidin, bermanfaat mengobati cacat mata dan penyakit mata.

Manfaat antioksidan pada blackcurrant juga ditemukan pada daunnya yang mengandung flavonoids. Zat flavonoids ini berfungsi sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas yang disebabkan oleh radiasi sinar ultraviolet.

Tak berhenti sampai di situ, biji buah blackcurrant yang diekstrak menjadi minyak juga mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Minyak biji blackcurrant ini pun mengandung gamma-linolenic acid (GLA) yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi dan penyakit. Sebuah riset yang dimuat di American Journal of Clinical Nutrition seperti dikutip Naturally Daily pada Maret 2018 menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengkonsumsi minyak biji blackcurrant memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat ketimbang mereka yang tidak mengkonsumsinya.

Semakin Gelap Warna, Semakin Kaya Antioksidan

Pohon blackcurrant merupakan kelompok tanaman semak tanpa duri yang banyak ditemukan di daerah Eropa Utara, Eropa Tengah, dan Asia Utara. Buah ini juga merupakan sumber vitamin C dan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh.

Melihat kandungan antioksidan yang tinggi ini, maka tak berlebihan jika buah blackcurrant disebut sebagai “superfruit” nomor 1. Suatu riset yang dilakukan oleh Derek Stewart, kepala program mutu, kesehatan, dan nutrisi Scottish Corp Research Institute (SCRI) seperti dikutip Telegraph pada Juni 2007 menunjukkan bahwa blackcurrant memiliki kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan buah lainnya termasuk apel, aprikot, pisang, blackberry, blueberry, ceri, cranberry, anggur, lemon, mangga, melon, jeruk, markisa, pir, delima, raspberry, dan stroberi.

Riset Derek menyimpulkan bahwa buah-buahan yang memiliki warna ungu gelap atau merah memiliki kandungan antioksidan dan vitamin lebih baik dari buah-buahan lainnya. Mengapa demikian? Sebab, antioksidan pada blackcurrant terdapat di anthocyanin yang merupakan komponen pemberi warna merah, ungu, biru, atau hitam pada buah.

Mencegah Berbagai Penyakit

Dengan kandungan yang kaya antioksidan, blackcurrant sangat berguna dalam menyembuhkan beberapa penyakit, antara lain:

1. Radang Sendi (Rheumatoid Arthritis)

Menurut studi yang dilakukan oleh British J Rheumatology pada 1993, peningkatan kesehatan yang signifikan terlihat pada pasien rheumatoid arthritis yang menerima minyak biji blackcurrant. Ini disebabkan oleh asam GLA yang terdapat di minyak biji blackcurrant dapat menurunkan produksi sitokin inflamasi atau molekul protein yang menyebabkan peradangan.

2. Penyakit Terkait Pembuluh Darah (Cardiovascular Effects)

Prostaglandin yang dihasilkan oleh minyak biji blackcurrant dapat melawan penyempitan pembuluh darah. Thromb Res pada penelitiannya di tahun 1990 menyimpulkan bahwa baik minyak ikan atau minyak biji blackcurrant dapat menghambat penebalan dinding pembuluh darah.

3. Infeksi Kulit (Dermatitis), Eksim (Eczema), Luka Berat

Suatu studi menunjukkan, penerapan minyak yang mengandung 10% GLA pada infeksi kulit dapat meningkatkan zat antiinflamasi. Dalam studi lain diketahui bahwa semakin tinggi dosis GLA yang dipakai, semakin ampuh dalam menghambat peradangan.

4. Nyeri Haid

Zat anti-inflamasi yang diproduksi oleh minyak biji blackcurrant sangat membantu meredakan nyeri pada premenstrual syndrome (PMS) atau kram perut saat haid.

Nah, jika Anda ingin menambah asupan antioksidan serta meningkatkan daya tahan tubuh, maka mengkonsumsi blackcurrant merupakan pilihan yang tepat. Saat ini, ada berbagai pilihan makanan berbahan blackcurrant yang bisa Anda pilih untuk menikmati khasiat buah ini. Selain itu, Anda juga dapat menemukan kandungan blackcurrant dalam Omepros, suplemen sehat yang berkhasiat melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh. Khasiatnya yang besar membuat blackcurrant menjadi bahan baku terbesar Omepros, di mana setiap kapsulnya mengandung 800 mg blackcurrant.

Mari, saatnya balance your life dan tingkatkan antioksidan tubuh dengan mengkonsumsi blackcurrant dan aktif bergerak.

Omepros, balancing your life!

Continue Reading

Apa Nutrisi yang Tepat untuk si Vegetarian?
Selengkapnya
Olahraga Sambil Bersosialisasi: Cara Seru Jaga Kebugaran
Selengkapnya
Begini Cara Kerja Omega 3, Omega 6, dan Omega 9 Turunkan Kolesterol
Sering mendengar pentingnya Omega 3, 6, dan 9 untuk tubuh? Begini cara ketiganya menurunkan kolesterol dalam tubuh untuk menjaga kesehatan.
Selengkapnya
Hobi Sepak Bola, Tubuh Perlu Asupan Nutrisi Ini
Selengkapnya